Digital Energy Asia

Tentang Kami

  • About Us
  • Company Overview
  • Company History
  • Our Advisers
  • Our Partners
No post found

Digital Energy Asia (DEA) adalah perusahaan layanan energi digital Indonesia yang memberi Anda solusi komprehensif tentang konsultasi, advokasi, studi mendalam, dan implementasi transformasi digital di sektor energi, termasuk minyak dan gas, pertambangan, energi terbarukan, industri kelistrikan, dan HSSE (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan), berdasarkan aspek TECOPEL (Technical, Economical, Commercial, Organizational, Political, Environmental, and Legal) .

Kami menyampaikan proposal proyek dan implementasinya untuk membantu perusahaan tumbuh dan bertahan dalam lingkungan bisnis saat ini dengan mengembangkan sistem digital dalam proses bisnis dan operasional untuk memaksimalkan keuntungan dan / atau mengoptimalkan biaya, serta tetap mempertimbangkan dan mematuhi standar HSSE yang tinggi.

Proyek Kami

Kami menyampaikan proposal proyek dan implementasinya untuk membantu perusahaan tumbuh dan bertahan dalam lingkungan bisnis saat ini dengan mengembangkan sistem digital dalam proses bisnis, organisasi, dan operasi untuk memaksimalkan keuntungan dan/atau mengoptimalkan biaya, serta tetap mempertimbangkan dan mematuhi HSSE yang tinggi standar.

Penasihat dan Ahli Teknis Kami

Salis S. Aprilian, Ph.D.

Hafif R. Isna, ST, MSc.

Firman Azhari, ST., MSc.

Sande Arrahman Harsa, BSc.

Abdul Manan, S.Kom.

Alief S. Syaifulloh, S.Kom.

Dra. Ade Hartini, M.Pd.

Testimoni

"Saya yakin DEA dapat membantu perusahaan minyak dan gas di Indonesia tumbuh dengan biaya yang sangat efisien dengan memperkenalkan pendekatan transformasi digital."
Eko Agus Sardjono
President Director of Pertamina EP (PEP)
"Merupakan ide yang bagus bahwa kami dapat berkolaborasi dengan Sekolah Alam untuk mengembangkan pendidikan digital untuk semua orang di mana pun di Indonesia dan negara lain."
Lendo Novo
Founder & CEO Sekolah Alam
"Saya mendukung gagasan DEA yang akan mengambil peran kewirausahaan sosial. Tidak banyak perusahaan yang mengkhawatirkan hal itu."
Eko Pratomo
Founder Yayasan Syamsi Dhuha

 781 total views,  3 views today